Disuatu desa hiduplah keluarga miskin yang hidup dengan segala kekurangan yang mereka miliki, namun ditengah-tengah kehidupan mereka ini, gadis kecil yang sangat cantik bersama dengan kakaknya yang sedang sakit terkena lumpuh. Namun meskipun hidup dalam kehidupan yang sederhana dan keadaan yang lumpuh, hatinya selalu tersenyum dan selalu menampakkan wajah yang ceria. Namanya adalah Mira dan adiknya Mikha. Suatu hari Mikha mencoba mengganggu kakaknya yang sedang duduk di teras, “hey kakakku sayang, apa yang sedang kakak lakukan disini?” tanya Mikha dengan nada menggodanya. “mikhaa, kamu ini selalu saja menggangguku. Aku sedang duduk saja disini untuk melihat pemandangan yang indah sekali. Hmm.. ada apa adikku sayang? Kenapa kamu menggangguku hari ini? Apakah kamu menginginkan sesuatu dariku?” tanya Mira yang tersenyum tipis. Kemudian mikha tersenyum dan bertanya pada kakakknya, “aah, tidak kakakku sayang, aku hanya mencoba menemani kakak saja. Oh iyaa kakak sudah minum obat?”. Saat mendengar perkataan Mikha, Mira merasa sedih karena obatnya sudah habis dan mereka pun juga sudah tidak memiliki uang lagi untuk membeli obat. Namun Mira berusaha untuk tidak membuat adiknya merasa sedih. “Mikha sayang, kakak tanpa minum obat juga nggak masalah kok, yang penting kakak masih sehat kan?” ucap Mira yang mencoba menjelaskan kepada adiknya. Mira dan Mikha adalah saudara yang saling menyayangi dan saling mengasihi, namun keadaan Mira yang lumpuh membuat kedua orang tua mereka selalu sedih, karena khawatir jika Mira tidak akan pernah bahagia. Namun Mira selalu mengetahui keadaan hati kedua orang tuanya, akan tetapi Mira adalah wanita yang sangat pandai untuk membuat kedua orang tuanya tersenyum bahagia. Mira tak pernah sedikitpun memberikan kesedihan pada kedua orang tuanya. Bagi Mira, keluarganya adalah harta yang sangat berharga. Kehidupan keluarga Mira sangatlah memprihatinkan, terkadang ayah Mira selalu bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ibu Mika juga berjualan gorengan demi membeli beras dan lauk untuk kebutuhan makan sehari-hari, namun kehidupan seperti ini tidak membuat mereka menyerah dalam hidup dan selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Mikha juga sering membawa es di dalam termos untuk dijual di sekolahnya demi membantu ayah dan ibu mencari nafkah. Mira adalah wanita yang sangat cantik dan baik hati, namun karena kakinya yang lumpuh, Mira selalu menerima ejekan dan hinaan yang sangat menyakitkan. Tetapi Mira adalah wanita yang kuat, karena semua hinaan itu adalah cobaan yang diberikan Tuhan untuknya, Mira selalu menerimanya dengan lapang dada. Suatu hari, Mira membantu ibunya sedang menggoreng pisang di dapur, kemudian saat Mira sedang menggoreng pisang, tiba-tiba minyak di wajan tumpah dan mengenai kaki Mira. Saat melihat Mira terkena minyak panas, ibu segera menolong Mira dan berkata “apa yang sedang kamu lakukan nak? Kamu tidak perlu membantu ibu membuat gorengan, pekerjaan ini dapat ibu kerjakan sendiri”, ucap ibu dengan sedih dan mata yang penuh dengan air mata. “ibu, Mira tidak apa-apa, ini hanya sedikit panas saja, lagipula Mira senang bisa membantu ibu bekerja” ucap Mira untuk menenangkan ibunya. Kemudian ibu berkata lagi “seandainya saja ada orang yang bisa mencintai kamu dalam keadaan kamu yang seperti ini nak, kamu pasti akan bahagia dan tidak menderita lagi.” Sambil menangis ibu memeluk putri kesayangannya itu. Namun Mira tersenyum dan berkata “ibu, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dibanding dengan hidup bersama ayah, ibu dan Mikha. Kalian adalah kebahagiaan Mira”. Suatu ketika Mira dan Mikha sedang berjalan-jalan di kebuh teh, Mikha mencoba untuk memberikan pemahaman kepada kakaknya bagaimana teh ini bisa tumbuh dan hijau lebat seperti ini. Mikha sering sekali membagikan ilmu yang didapatnya di sekolah. Ilmu yang tidak bisa di miliki kakaknya sejak kecil. Mira pun sangat bahagia saat Mikha mau memberikan ilmu untuknya. Namun ditengah-tengah perbincangan kecil, ada suara teriakan orang minta tolong di tengah-tengah perkebunan. Mira dan Mikha terkejut dan mencari dimana asal suara itu. Dengan nada kaget Mikha bertanya “kakak, siapa yang berteriak itu?”, namun Mira tidak mengetahuinya dan berkata “coba kamu cari siapa yang berteriak itu dek, mungkin dia sedang butuh bantuan”. Mikha segera mencari dimana keberadaan orang itu dan mencoba untuk menolongnya. Akhirnya Mikha menemukan seorang pemuda yang terjebak di tengah perkebunan teh dan tidak dapat keluar. Mikha pun menolong pemuda tersebut. “hey apa yang terjadi padamu? Mengapa kamu terjebak di tengah kebun ini?” tanya Mikha dengan terkejut. “tolong aku, tadi ada seseorang yang mendorongku dan menjebak aku disini” ucap pemuda itu. “baiklah aku akan menolongmu, kamu diam saja disini dan jangan bergerak”. Mikha berusaha menolong pemuda malang tersebut dan mengeluarkannya dari kebun teh. Mikha segera membantunya berdiri dan berjalan menuju kakaknya. Ketika melihat Mikha bersama dengan seorang pemuda, Mira sangat terkejut dan khawatir dengan keadaan pemuda tersebut. Kemudian Mira bertanya “apa yang terjadi pada pemuda ini Mikha?”, kemudian Mikha menjawab “aku tidak tahu kak, dia terjebak di tengah kebun teh dan tak dapat keluar”. Mira terkejut dan menyuruh Mikha untuk mengantarkan pemuda itu ke rumah. Ketika sampai di rumah, kedua orang tua Mira terkejut dan ayah Mira bertanya “siapa pemuda ini? Apa yang terjadi padanya nak?”. Mikha menjelaskan pada orang tuanya dan membawa pemuda itu masuk kedalam rumah. Kedua orang tua Mira segera membaringkan pemuda itu diatas tempat tidur dan memberikannya minum. Mikha segera mencari obat untuk pemuda malang itu. Saat pemuda itu sadar, dia menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Pemuda itu bernama Rio, dia adalah anak pemilik perkebunan teh dari Juragan Bagus. Namun Rio kabur dari rumah karena ayah Rio mau menikahkannya dengan seorang wanita pilihan ayahnya, namun Rio tidak menginginkan pernikahannya. Rio rupanya sudah jatuh cinta pada gadis lumpuh yang bernama Mira, Rio sangat mengagumi kecantikan dan kelembutan hati Mira, meskipun Mira lumpuh namun Rio tidak peduli

By nirmala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *