Namaku Malika, aku memiliki seorang kekasih bernama Radit. Dia adalah pria yang selalu membuat hatiku berbunga-bunga. Aku selalu merasa beruntung memiliki pacar sepertinya. Aku pacaran dengan Radit sudah sejak SMP, hubungan kami sudah beranjak 5 tahun. Radit tidak pernah membuatku menangis, dia adalah pria yang selalu menjaga perasaanku. Hubungan kami sangatlah langgeng dan harmonis.


Suatu pagi Radit menjemputku di rumah untuk bergegas pergi ke sekolah. Saat ini kami sudah kelas 2 SMA. Radit selalu menjemputku dan membawakan aku bunga setiap hari. Saat itu aku sedang bad mood dan tidak mempedulikan bunga pemberiannya. Radit berkata “ini bunga untukmu Lika” sambil merayuku dengan mesra. “aku sedang kesal dengan ibuku, dia selalu saja menyuruhku untuk putus denganmu sayang” kataku dengan ketus. Radit tersenyum dan berkata “tidak apa-apa sayang, kamu tidak usah memperdulikan perkataan ibumu. Mungkin dia memang tidak menyukaiku. Sudahlah ayo kita ke sekolah nanti kita terlambat”. Akhirnya kami pun ke sekolah, dalam perjalanan Radit selalu menggodaku agar aku tidak terus-terusan marah dan cuek padanya. Hatiku pun luluh dengan godaannya. Aku memang tidak bisa marah berlama-lama terhadapnya, karena aku sangat menyayanginya.


Akhirnya kami pun sampai di sekolah dan Radit segera memarkirkan motornya. Radit tersenyum dan berkata “kamu jangan marah terus yaa sayang, wajar kalau ibu kamu marah. Karena dia sangat sayang sama kamu dan tidak ingin menjagamu”. Perkataan dari membuatku kagum dan bangga padanya. Aku hanya bisa tersenyum malu padanya. Radit adalah pria idamanku yang tak bisa kutemukan dimanapun, dia sangat perfect. Saat di dalam kelas aku bertemu dengan sahabat kembarku fina dan fita. Mereka berdua adalah sahabatku yang paling cerewet dan kepo banget kalau aku pacaran sama Radit. Mereka selalu meminta tips bagaimana agar hubungan kami langgeng. Namun aku selalu tersenyum dan tidak mampu menjawab pertanyaan mereka yang banyak itu.


Ibu guru kami sudah masuk kelas dan mulai mengajar. Namun entah mengapa hari ini aku mengapa aku mengantuk sekali dengan mata pelajaran matematika ini. Iya memang aku tidak begitu pelajaran matematika, menurutku pelajaran ini sangatlah sulit dan membuat ngantuk. Akhirnya aku berbisik pada fina dan fita untuk bolos ke kantin. “hey fina fita, kita ke kantin yuk, aku bosen dan ngantuk disini” kataku sambil berbisik pada sahabatku itu. “iya lika, ayo ke kantin. Tapi kita alasan ajah ke wc, biar nggak ketahuan” jawab fina. Akhirnya aku pun meminta izin pada ibu guru untuk ke wc karena kebelet pipis. Setelah aku keluar dan menuju kantin, fina dan fita pun menyusulku ke kantin.


Kami bertiga makan dengan enak disana, dan rupanya aku melihat Radit juga makan disana. Dia rupanya bolos juga karena jenuh dengan pelajaran di kelasnya. Waah, kami berdua memang sehati kalo masalah pelajaran. Akhirnya aku pun memanggilnya, “sayang, kamu ngapain disini?” Radit kaget melihatku dan bertanya balik padaku “loh, sayang kamu kok disini? Kamu nggak masuk kelas? Aku disini karena guru di kelasku nggak masuk sayang”. Ternyata Radit ke kantin bukan karena bolos tapi karena gurunya tidak masuk. Aku sudah salah sangka padanya dan sangat percaya diri kalau kami berdua sehati. Lalu aku menjawab “aku bolos sayang, soalnya aku jenuh di kelas, pelajarannya membosankan sekali”. Radit kaget dan marah sekali padaku, dia akhirnya menyuruhku masuk kedalam kelas dan jangan keluar sampai pelajaran selesai. Aku akhirnya menuruti kemauannya dan kembali ke kelas karena tidak mau dia marah padaku.

By nirmala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *